Minggu, 05 Februari 2017

Asa Baru Pelatih Timnas Indonesia



Selesai sudah teka-teki siapa yang mengisi pos-pos pelatih Timnas Indonesia. Setelah sebelumnya akan diumumkan dalam rapat anggota exco PSSI di Bandung pada tanggal 8 Januari 2017 yang lalu, resmi sudah akhirnya pada Jumat, 20 Januari 2017 PSSI menunjuk Luis Milla menjadi suksesor Alfred Riedl. Bersamaan dengan penunjukan Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia untuk level senior dan U-23, PSSI juga mengumumkan nama pelatih timnas U-19 serta U-16. Untuk jabatan pelatih U-19 PSSI kembali menunjuk Indra Sjafri sebagai nahkoda timnas U-19 serta Fahri Husaini yang kembali dipercaya untuk menanggani Timnas U-16.
           
Luis Milla Aspas, Calon suksesor Alfred Riedl diperkenalkan pada Jumat, 20 Januari 2017 di kantor PSSI
Pertanyaan muncul mengenai siapa sesungguhnya sosok pelatih baru Timnas Indonesia untuk senior setelah tidak dipertahankan Alfred Riedl dalam kursi kepelatihan akhirnya terjawab. Luis Milla Aspas, pelatih yang sukses bersama Timnas Spanyol U-21 dipercaya menahkodai Boas Salossa dkk. Prestasi yang gemilang di Eropa dengan mengorbitkan nama-nama pemain seperti Ander Herera, Juan Mata, hingga David De Gea membuat PSSI kepincut untuk menggunakan jasa Luis Milla. Mantan pemain Barcelona dan Real Madrid ini nantinya akan dikontrak selama dua tahun dengan beban target juara diberbagai turnamen yang diselengarakan.
            Sudah pasti misi besar dan beban yang dibebankan kepada pelatih berusia 51 Tahun ini besar. Gaji yang selangit ditambah nama besar pernah menangani Spanyol menjadi juara diharapkan Luis Milla dapat memutus dahaga juara Timnas senior Indonesia. Betapa tidak hampir selama dua dekade lamanya kita puasa gelar. Dengan filosofi tiki-taka yang diusung Pelatih yang sukses bersama Spanyol U-21 ini, diharapkan menularkan DNA juara itu ke timnas kita. 
Indra Syafri, Kembali terpolih menangani Timnas U-19
            Lalu disisi lain setelah kembali dari Bali United, Indra Syafri akhirnya kembali menangani Timnas U-19. Dengan pengalaman menangani timnas U-19 yang sukses mengondol gelar juara AFF U-19 pada 2011. Diharapkan Indra dapat mengulangi kesuksesan itu, namun tugas berat sudah menghampiri pelatih asal Payakumbuh itu. Indra dipercaya menangani Timnas Indonesia untuk tampil di Kualifikasi Piala AFC U-19 2017. Namun target tinggi ini sangat terasa berat bagi Indra Syafri karena harus memulai perekrutan pemain terhitung pada bulan Februari. Ini tentunya sangat berbeda pada saat 2011, dimana pada saat itu Indra memiliki waktu yang lebih untuk membentuk tim. Layak dinanti metode blusukan yang biasa Indra Syafri lakukan pada saat mencari bakat-bakat terbaik di Nusantara. Kita tentu ingin melihat bakat-bakat baru muncul setelah ada nama Evan Dimas, Muchis Hadi Ning, M Hargianto, serta Hansamu Yama. Layak ditunggu nama-nama baru yang muncul untuk mengisi pos-pos pemain senior dimasa yang mendatang.
           
Fachri Husaini, Mantan bintang PKT Bontang ini kembali menukangi Timnas U-16
Selain penunjukan Luis Milla dan Indra Syafri, PSSI juga mengumumkan satu nama lagi untuk mengisi pos pelatih Timnas U-16. Setelah mempertimbangkan apakah mempekerjakan Rudy Eka Priyambada atau Fachri Husaini akhirnya PSSI memutuskan. Nama terakhir yang disebutkan kembali terpilih menangani Timnas untuk usia dibawah 16 tahun. Melalui perdebatan yang panjang akhirnya PSSI kembali tertarik mengunakan jasa pelatih yang besar dengan klub PKT Bontang tersebut. Tugas berat sudah menanti Fachri Husaini yang akan memulai perjuangan dalam turnamen Kualifikasi Piala Asia yang akan digelar pada pertengahan September nanti. Diharapkan Fachri dapat mempersiapkan pemain-pemain terbaik dalam ajang ini sehingga dapat menghapus luka Timnas U-16 yang gagal tampil pada Piala AFF U-16 dua tahun lalu.
            Setelah PSSI resmi menunjuk pelatih yang mengisi pos-pos Timnas Indonesia, diharapkan PSSI dan tim kepelatihan segera bergerak untuk mencari bibit-bibit pemain terbaik yang ada di Indonesia. Karena waktu yang sudah semakin mepet sudah saat nya sepak bola Indonesia bergerak kearah yang lebih baik. Turnamen Piala Presiden yang akan bergulir akhir pekan ini, diharapkan bisa menjadi gambaran betapa banyaknya mutiara bertebaran di sepakbola nasional. Sudah barang tentu rakyat Indonesia meninginkan prestasi muncul dari adanya Turnamen dan Liga ini. Ditambah dengan polesan pelatih-pelatih jempolan diharapkan bakat-bakat pemain muda Indonesia nantinya dapat mengharumkan nama Indonesia diajang yang lebih tinggi lagi. Selamat bekerja Coach doa kami semua rakyat Indonesia semoga anda dapat menyatu dengan culture budaya sepak bola di Indonesia dan dapat segera melahirkan prestasi. Good Luck!!! @Novalindo9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar