Kamis, 23 Februari 2017

Apakah Ada Unsur Pemaksaaan Dibalik Naturalisi Audero?


Mungkin saya sebetulnya sedikit risih dengan kebijakan PSSI yang satu ini. Saya mengamati bahwa seharusnya sikap ini tidak dimiliki oleh petinggi PSSI demi prestasi semata. Sedikit memaksakan untuk membujuk kiper ketiga milik Juventus untuk menjadi WNI, Emil Audero Mulyadi. Sekilas memang nama ini sangat kental dengan nuasa nama orang di Indonesia.  
Perihal ini PSSI melalui Ade Wellinngton ingin menaturalisasi calon suksesor Gianluigi Buffon ini.  Namun yang kita ketahui bahwa Emil Audero telah terlebih dahulu mengenakan seragam Timnas Gli AzurriPria yang lahir di Mataram ini memang sekarang telah menjadi punggawa Gli Azzuri. PSSI dalam hal ini menegaskan, pihaknya tidak membujuk paksa Emil memperkuat Timnas Garuda semata-mata Audero memiliki darah Indonesia.  
Sekilas nampak aneh bukan? kita ketahui bahwa Indonesia tidak pernah kehabisan stok penjaga gawang. Mulai dari Maulwi Saelan, Ronny Paslah, Hermansyah hingga Kurnia Meiga . ini merupakan bukti nyata bahwa generasi penjaga gawan Timnas Garuda tidak pernah kering nama besar. Saya mencoba mengkritisi bahwa setidaknya sekarang kita kembali seperti dahulu untuk mempercayakan dibawah mistar gawang kepada seorang pribumi. Naturalisasi boleh saja, tapi harus melihat prospek kedepanya. Menurut saya apabila pembinaan terus diperharhatikan dari kelompok umur, proyek naturalisasi menurut saya bukan sebuah hal penting karena cepat atau lambat apabila pembinaan ini terus dilakukan, mustahil kita kering prestasi. 
Penting bagi PSSI, Naturalisasi boleh saja tapi setidaknya pemain naturalisasi harus melebihi level pemain nasional itu sendiri. Kita melihat aksi Stefano Lilipaly di Piala AFF 2016 merupakan bukti keberhasilan dari program naturalisasi yang dikembangkan PSSI walaupun belum menghadirkan sebuah prestasi, tapi hasil ini dinilai penting karena seorang Lilipaly mampu mengangkat team dan menjadi jendral pemainan timnas garuda. Apapun kebijakan naturalisasi yang ditempuh PSSI demi menghadirkan prestasi Timnas Garuda tapi tetap memperhatikan bibit mutiara yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Semoga program ini dapat menghadirkan prestasi untuk Timnas Indonesia. Aamin. @Novalindo9 

Minggu, 19 Februari 2017

Luis Milla Mengumumkan 25 Nama Pemain Seleksi tahap Pertama




Luis Milla Aspas, Diharapkan menghadirkan prestasi di Ajang Sea Games 2017
            Seleksi tahap satu pemain Timnas Indonesia yang diproyeksikan untuk Sea Games di Malaysia selesai dilaksanakan. Sebanyak 25 pemain dipilih pelatih Luis Milla untuk diseleksi. Nantinya mereka akan melakukan training center dari tanggal 21-23 Februari 2016, dilapangan Pelita Harapan Karawaci. Pencarian pemain ini adalah hasil blusukan ala Luis Milla dan team pelatih selama pagelaran Piala Presiden 2017. Luis Milla menambahkan bahwa pencarian pemain ini terkait dari pelaksanaan Sea Games dan pencarian pemain ini berdasarkan komposisi pemain strategi yang nantinya ia gunakan di Sea Games 2017.
             Dari beberapa nama yang dipanggil diantaranya memang kombinasi dari muka lama dan muka baru. Dari mulai alumni Timnas U-19 diantaranya ada Evan Dimas, Hansamu Yama, Hargianto hingga Yabes Roni. Mantan anak asuh Indra Safri ini nantinya dipadukan dengan wajah-wajah baru seperti Febri Haryadi, Gian Zola hingga Ryuji Utomo. Diharapkan wajah-wajah lama dan wajah baru ini cepat menyatu dan beradaptasi dengan strategi coach Milla mengingat waktu yang cukup mepet untuk pagelaran Sea Games.
            Diharapkan pemain-pemain pilihan Luis Milla dapat membanggakan dan membuat Indonesia dapat meraih medali emas yang selama ini diimpikan oleh rakyat Indonesia. Apabila dilihat secara statistk, Pemain-pemain pilihan Luis Milla memang diisi pemain yang sangat sarat pengalaman baik dilevel klub maupun di Timnas. Sehingga layak dinantikan strategi apa yang akan Luis Milla sajikan untuk dapat membawa medali emas Sea Games ke Indonesia. Kita pasti sangat menunggu bagaimana Luis Milla menularkan DNA juara Spanyol pada Euro U-21 yang berhasil membawa Spanyol Juara dan melahirkan banyak pemain bintang. Selamat Berjuang Coach, kita doakan agar Luis Milla dapat meraih gelar perdananya bagi Timnas Indonesia. Good Luck. @Novalindo9




Pemain yang ikut seleksi tahap pertama*
Kiper
Kurinawan Kartika Aji (Persiba Balikpapan), Muhammad Riyandi (Barito Putra), Rully Destrian(Bhayangkara FC)
Bek
Nazar Nurzaidin (Barito Putra), I Putu Gede Juni Antara (Bhayangkara FC), Hansamu Yama Pranata (Barito Putra), Ryuji Utomo Prabowo (Persija Jakarta), Moch Zaenuri ( Perseru Serui), Bagas Adi Nugroho (Arema Fc), Hanif Abdurrauf (Arema Fc), Zanaldo (Sriwijaya Fc), Ricky Fajrin Saputra (Bali United)
Gelandang
Muhammad Hargianto (Bhayangkara FC), Evan Dimas (Bhayangkara FC), Rizki Dwi Febriyanto (Madura United) Paulo Oktavianus Sitanggang (Barito Putra), Gian Zola (Persib Bandung), Febri Haryadi (Persib Bandung), Miftahul Hamdi (Bali United), Nasir (Arema Fc), Arsyad Yusgiantoro (Gresik United), Saddil Ramdani (Persela Lamongan), Yabes Roni (Bali United).
Striker
A Nurhardianto (Persela Lamongan), Marianus Mariyanto (Persipura Jayapura).

*Harian Superball No 1.331 Halaman 7

Rencana Uji Coba Timnas Indonesia vs Argentina



Timnas Argentina, Dijadwalkan akan beruji coba dengan Timnas Indonesia pada musim panas mendatang



Belum lama ini PSSI sedang mencoba menjejaki uji coba dengan Timnas Argentina. PSSI terus mencoba mematangkan menghadirkan Lionel Messi dkk ke Indonesia. Melalui direktur media dan hubungan internasional PSSI, Hanif Thamrin “Uji coba ini adalah inisiatif dari sponsor yang akan dipromotori oleh NineSport, yang memang sebelumnya telah berhasil mendatangkan Timnas Belanda ke Indonesia”.

“Kami sudah mengirim surat elektronik ke Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) terkait rencana ujicoba ini. Ini Untuk Timnas Senior, kemungkinan uji coba akan dilaksanakan musim panas nanti”. *diolah dari berbagai sumber 

Seperti kita ketahui untuk Timnas level senior memang tidak mengikuti turnamen resmi Internasional sepanjang tahun. Mereka hanya melakukan agenda FIFA untuk memenuhi match day sepanjang  tahun  ini. PSSI pada tahun ini lebih mempersiapkan Timnas U-22 untuk tampil di ajang Sea Games dan kualifikasi Piala Asia U-19. Timnas pun diharapkan dapat menjadi Juara dalam ajang Sea Games dan mampu lolos ke Piala Asia U-19, begitulah target yang dibebankan kepada Luis Milla dan tim pelatih.

Kalau nantinya uji coba ini berhasil, kita bakal kembali kedatangan negara yang memiliki iklim sepakbola yang bagus setelah sebelumnya ada Belanda, semoga kita dapat memetik ilmu dari ajang uji coba ini. Jangan sekedar tampil dilapangan, satu panggung dengan idola dan sekedar bertukar jersey. Tapi juga kita harus menunjukan didepan idola bahwa kita harus satu level atau paling tidak bisa mengimbanginya. Sukses terus Timnas Indonesia, berharap dari uji coba ini kita memetik pelajaran berharga dan kita menikmati permaian ciamik dari Messi dkk melawan Boas Sallosa dkk!!!.
@Novalindo9


Sumber Gambar
http://cdn2.uvnimg.com/dims4/default/c963bc7/2147483647/crop/3000x1689%2B0%2B0/resize/1240x698/quality/75/?url=http%3A%2F%2Fcdn4.uvnimg.com%2Fce%2Ffd%2Fb7678e824003b9c7d10ad8def036%2FGettyImages-534798010.jpg

Minggu, 05 Februari 2017

Asa Baru Pelatih Timnas Indonesia



Selesai sudah teka-teki siapa yang mengisi pos-pos pelatih Timnas Indonesia. Setelah sebelumnya akan diumumkan dalam rapat anggota exco PSSI di Bandung pada tanggal 8 Januari 2017 yang lalu, resmi sudah akhirnya pada Jumat, 20 Januari 2017 PSSI menunjuk Luis Milla menjadi suksesor Alfred Riedl. Bersamaan dengan penunjukan Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia untuk level senior dan U-23, PSSI juga mengumumkan nama pelatih timnas U-19 serta U-16. Untuk jabatan pelatih U-19 PSSI kembali menunjuk Indra Sjafri sebagai nahkoda timnas U-19 serta Fahri Husaini yang kembali dipercaya untuk menanggani Timnas U-16.
           
Luis Milla Aspas, Calon suksesor Alfred Riedl diperkenalkan pada Jumat, 20 Januari 2017 di kantor PSSI
Pertanyaan muncul mengenai siapa sesungguhnya sosok pelatih baru Timnas Indonesia untuk senior setelah tidak dipertahankan Alfred Riedl dalam kursi kepelatihan akhirnya terjawab. Luis Milla Aspas, pelatih yang sukses bersama Timnas Spanyol U-21 dipercaya menahkodai Boas Salossa dkk. Prestasi yang gemilang di Eropa dengan mengorbitkan nama-nama pemain seperti Ander Herera, Juan Mata, hingga David De Gea membuat PSSI kepincut untuk menggunakan jasa Luis Milla. Mantan pemain Barcelona dan Real Madrid ini nantinya akan dikontrak selama dua tahun dengan beban target juara diberbagai turnamen yang diselengarakan.
            Sudah pasti misi besar dan beban yang dibebankan kepada pelatih berusia 51 Tahun ini besar. Gaji yang selangit ditambah nama besar pernah menangani Spanyol menjadi juara diharapkan Luis Milla dapat memutus dahaga juara Timnas senior Indonesia. Betapa tidak hampir selama dua dekade lamanya kita puasa gelar. Dengan filosofi tiki-taka yang diusung Pelatih yang sukses bersama Spanyol U-21 ini, diharapkan menularkan DNA juara itu ke timnas kita. 
Indra Syafri, Kembali terpolih menangani Timnas U-19
            Lalu disisi lain setelah kembali dari Bali United, Indra Syafri akhirnya kembali menangani Timnas U-19. Dengan pengalaman menangani timnas U-19 yang sukses mengondol gelar juara AFF U-19 pada 2011. Diharapkan Indra dapat mengulangi kesuksesan itu, namun tugas berat sudah menghampiri pelatih asal Payakumbuh itu. Indra dipercaya menangani Timnas Indonesia untuk tampil di Kualifikasi Piala AFC U-19 2017. Namun target tinggi ini sangat terasa berat bagi Indra Syafri karena harus memulai perekrutan pemain terhitung pada bulan Februari. Ini tentunya sangat berbeda pada saat 2011, dimana pada saat itu Indra memiliki waktu yang lebih untuk membentuk tim. Layak dinanti metode blusukan yang biasa Indra Syafri lakukan pada saat mencari bakat-bakat terbaik di Nusantara. Kita tentu ingin melihat bakat-bakat baru muncul setelah ada nama Evan Dimas, Muchis Hadi Ning, M Hargianto, serta Hansamu Yama. Layak ditunggu nama-nama baru yang muncul untuk mengisi pos-pos pemain senior dimasa yang mendatang.
           
Fachri Husaini, Mantan bintang PKT Bontang ini kembali menukangi Timnas U-16
Selain penunjukan Luis Milla dan Indra Syafri, PSSI juga mengumumkan satu nama lagi untuk mengisi pos pelatih Timnas U-16. Setelah mempertimbangkan apakah mempekerjakan Rudy Eka Priyambada atau Fachri Husaini akhirnya PSSI memutuskan. Nama terakhir yang disebutkan kembali terpilih menangani Timnas untuk usia dibawah 16 tahun. Melalui perdebatan yang panjang akhirnya PSSI kembali tertarik mengunakan jasa pelatih yang besar dengan klub PKT Bontang tersebut. Tugas berat sudah menanti Fachri Husaini yang akan memulai perjuangan dalam turnamen Kualifikasi Piala Asia yang akan digelar pada pertengahan September nanti. Diharapkan Fachri dapat mempersiapkan pemain-pemain terbaik dalam ajang ini sehingga dapat menghapus luka Timnas U-16 yang gagal tampil pada Piala AFF U-16 dua tahun lalu.
            Setelah PSSI resmi menunjuk pelatih yang mengisi pos-pos Timnas Indonesia, diharapkan PSSI dan tim kepelatihan segera bergerak untuk mencari bibit-bibit pemain terbaik yang ada di Indonesia. Karena waktu yang sudah semakin mepet sudah saat nya sepak bola Indonesia bergerak kearah yang lebih baik. Turnamen Piala Presiden yang akan bergulir akhir pekan ini, diharapkan bisa menjadi gambaran betapa banyaknya mutiara bertebaran di sepakbola nasional. Sudah barang tentu rakyat Indonesia meninginkan prestasi muncul dari adanya Turnamen dan Liga ini. Ditambah dengan polesan pelatih-pelatih jempolan diharapkan bakat-bakat pemain muda Indonesia nantinya dapat mengharumkan nama Indonesia diajang yang lebih tinggi lagi. Selamat bekerja Coach doa kami semua rakyat Indonesia semoga anda dapat menyatu dengan culture budaya sepak bola di Indonesia dan dapat segera melahirkan prestasi. Good Luck!!! @Novalindo9