Mungkin saya sebetulnya sedikit risih dengan kebijakan PSSI yang satu ini. Saya mengamati bahwa seharusnya sikap ini tidak dimiliki oleh petinggi PSSI demi prestasi semata. Sedikit memaksakan untuk membujuk kiper ketiga milik Juventus untuk menjadi WNI, Emil Audero Mulyadi. Sekilas memang nama ini sangat kental dengan nuasa nama orang di Indonesia.
Perihal ini PSSI melalui Ade Wellinngton ingin menaturalisasi calon suksesor Gianluigi Buffon ini. Namun yang kita ketahui bahwa Emil Audero telah terlebih dahulu mengenakan seragam Timnas Gli Azurri. Pria yang lahir di Mataram ini memang sekarang telah menjadi punggawa Gli Azzuri. PSSI dalam hal ini menegaskan, pihaknya tidak membujuk paksa Emil memperkuat Timnas Garuda semata-mata Audero memiliki darah Indonesia.
Sekilas nampak aneh bukan? kita ketahui bahwa Indonesia tidak pernah kehabisan stok penjaga gawang. Mulai dari Maulwi Saelan, Ronny Paslah, Hermansyah hingga Kurnia Meiga . ini merupakan bukti nyata bahwa generasi penjaga gawan Timnas Garuda tidak pernah kering nama besar. Saya mencoba mengkritisi bahwa setidaknya sekarang kita kembali seperti dahulu untuk mempercayakan dibawah mistar gawang kepada seorang pribumi. Naturalisasi boleh saja, tapi harus melihat prospek kedepanya. Menurut saya apabila pembinaan terus diperharhatikan dari kelompok umur, proyek naturalisasi menurut saya bukan sebuah hal penting karena cepat atau lambat apabila pembinaan ini terus dilakukan, mustahil kita kering prestasi.
Penting bagi PSSI, Naturalisasi boleh saja tapi setidaknya pemain naturalisasi harus melebihi level pemain nasional itu sendiri. Kita melihat aksi Stefano Lilipaly di Piala AFF 2016 merupakan bukti keberhasilan dari program naturalisasi yang dikembangkan PSSI walaupun belum menghadirkan sebuah prestasi, tapi hasil ini dinilai penting karena seorang Lilipaly mampu mengangkat team dan menjadi jendral pemainan timnas garuda. Apapun kebijakan naturalisasi yang ditempuh PSSI demi menghadirkan prestasi Timnas Garuda tapi tetap memperhatikan bibit mutiara yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Semoga program ini dapat menghadirkan prestasi untuk Timnas Indonesia. Aamin. @Novalindo9




