Jumat, 23 Desember 2016

-Terima Kasih Timnas Indonesia-

sumber; juara.net
            Ucapan terima kasih adalah ucapan yang pas untuk menyambut para pejuang bangsa Indonesia yang telah berjuang dalam piala AFF 2016. Bagaimana tidak perjuangan Timnas Indonesia di ajang dua tahunan di Asia Tenggara itu, perjuangan Timnas layaknya sepeti kisah Cinderela. Bagaimana tidak, datang sebagai tim yang baru dihukum dari sanksi FIFA. Timnas Indonesia menjelma sebagai salah satu penantang serius juara Piala AFF 2016.
            Dimulai setelah terbebas dari sanksi FIFA, Indonesia lantas langsung mengelar uji coba dengan negara serumpun iaitu Malaysia. Nampak wajah-wajah lapar prestasi yang ditunjukan oleh pasukan Alfred Riedl menatap perjuangan untuk mengharumkan nama Indonesia. Telihat jelas di Stadion Manahan, Solo mereka berhasil melumat negara yang menjuarai piala AFF 2010 itu dengan skor 3-0. Lalu selanjutnya pasukan yang dibuat dadakan ini kembali menggelar uji coba dengan negara seperti Vietnam sebelum terjun pada gelaran Piala AFF. Perihal hasil memang dijadikan acuan, namun apa yang ditunjukan Indonesia dalam ajang uji coba ini dapat dijadikan sebuah angin segar untuk prestasi Indonesia.  
            Perjuangan di piala AFF 2016 dimulai ketika Timnas kita berhadapan dengan salah satu raksasa sepak bola Asia Tenggara. Thailand yang merupakan salah satu kontestan Kualifikasi Piala Dunia 2018 datang ke turnamen ini dengan kepala tegak. Setelah gagal total dalam Kualifikasi mereka menatap serius Piala AFF 2016 dengan persiapan yang matang, mereka berharap bisa meraih gelar juara untuk kelima kalinya. Perjuangan Indonesia pada ajang dua tahunan ini sungguh berat berhadapan dengan Thailand. Kita harus menelan kekalahan dengan skor 2-4.
            Setelah kekalahan 2-4 ini Timnas Indonesia kembali menghadapi team penuh kejutan di ajang ini iaitu Filiphina. Setelah beberapa tahun belakangan menjelma sebagai kekuatan sepak bola Asia Tenggara dengan program naturalisasinya. Filiphina tidak dapat dipandang remeh, memang sejarah mencatat kita pernah melumat Filiphina dengan skor 13-1, tapi hasil itu sekali lagi tidak bisa dijadikan sebuah acuan. Tahun lalu bahkan kita harus rela dipecundangi oleh Filiphina dengan skor 4-0 ini sungguh memalukan bukan. Pertandigan melawan Filiphina walaupun diawali dengan  keunggulan Indonesia melalui Fachrudin dan  Boas Salossa namun apa boleh buat kita harus merelakan tiga point yang telah digengam karena Filiphina memaksakan hasil imbang dengan skor imbang 2-2.
            Laga hidup mati selanjutnya Indonesia harus melawan Singapura dimana demi menjaga peluang lolos ke babak semifinal, Indonesia wajib hukumnya meraih kemenangan melawan Singapura. Dengan semangat berlapis baja kita melihat perjuagan Stefano Lilipaly dkk melawan Singapura sangatlah tinggi. Walaupun tertinggal 0-1 di babak pertama, akhirnya Timnas Indonesia meraih kemenangan dengan skor 2-1 melalui kaki Stefano Lilipaly dan Andik Vermansah. Asa Garuda lolos akhirnya terwujud setelah dipertandingan lainya Filiphina harus mengubur impian lolos ke semifinal setelah kalah dari Thailand.  
            Ini merupakan berkah bagi Timnas Indonesia. Dengan segala keterbatasan terjun ke turnamen ini setelas lepas dari sanksi FIFA. Timnas mampu menunjukan semangat pantang menyerah dengan melaju ke babak semifinal. Sekali lagi ini adalah sebuah kemenangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Suporter Indonesia sangat rindu melihat Timnas juara, dahaga selama dua dekade tidak melihat Timnas Senior memenangkan gelar juara dimana Timnas terakhir meraih gelar juara dalam ajang Sea Games 1991 di Manila.
            Mimpi hampir menjadi kenyataan dengan 30.000 pasang mata terfokus ke stadion Pakansari, Cibinong. Dengan satu harapan mereka berharap Timnas Indonesia berhasil meraih hasil yang sempurna pada malam itu untuk menjaga asa lolos ke final. Harapan itu memang masih ada dengan antusiasme penonton yang ingin menyaksikan Timnas Indonesia berlaga amat tinggi, mereka merelakan melepaskan embel-embel Suku, Ras, Agama hanya demi menonton Timnas berlaga. Karena dibenak semua supporter Indonesia hanya satu, iaitu Garuda Berjaya!!!
            Akhirnya benar saja. Pertandingan malam itu menjadi milik Timnas Indonesia. Indonesia berhasil mengatasi perlawanan Vietnam dengan skor 2-1 melalui goal dari Hansamu Yama dan Boas Salossa. Menurut saya ini menjadi titik balik sepak bola Indonesia. Dimana ketika diawal turnamen ini bergulir Indonesia sama sekali tidak diunggulkan namun meraih hasil yang sempurna dengan mengalahkan Vietnam pada leg pertama. Selanjutnya semifinal kedua berlangsung di Hanoi, Vietnam.
            Hasil di stadion Pakansari membawa asa Indonesia menjejakan satu kaki di final piala AFF 2016. Namun menurut Coach Alfred Riedl, “Indonesia tidak berpuas diri karena masih ada leg kedua di Hanoi”. Begitulah harapan pelatih kepada para pemain supaya tetap menjaga mentalitas pemain hingga partai puncak nanti. Pertandingan di Hanoi cukup berat namun harapan dan doa yang dilantunkan oleh jutaan rakyat Indonesia diharapkan nantinya bisa memberi motivasi dan semangat bagi Boas Salossa dkk.
          Akhirnya pertandingan seru di Vietnam digelar, dimana Indonesia harus menunda kelolosannya ke final piala AFF 2016 setelah dipaksa menjalani babak tambahan waktu untuk melaju ke babak final. Skor akhir yang berkesudahan hasil imbang untuk kedua team cukup untuk meloloskan Indonesia ke final untuk kelima kalinya setelah terakhir kali lolos pada 2010. Aggregat skor 4-3 untuk kemenangan Timnas meloloskan Indonesia ke partai puncak. Kebahagian cukup tercurah dari para pemain, official, hingga supporter baik tua maupun muda. Nampaknya dahaga itu mulai sedikit hilang dengan lolosnya Timnas Indonesia ke babak final.
            Lawan yang dihadapi Indonesia pada babak puncak adalah calon kuat juara turnamen tahun ini. Thailand dengan menyakinkan menang dengan skor aggregate 6-0 setelah mengatasi Myanmar. Thailand juga lah yang berhasil menghadirkan kekalahan pertama Indonesia pada babak grup kembali bertemu di babak pamungkas. Tentu semua pihak terkejut dengan lolosnya Timnas Indonesia dibawah asuhan Coach Alfred Riedl ke partai puncak. Setelah pembentukan tim yang hanya berlangsung selama tiga bulan belum lagi ditambah dengan regulasi yang membatasi pemain hanya dua masing-masing dari tiap klub makin memberatkan pelatih asal Austria ini.
            Namun apa yang telah saya singgung diatas mengenai cerita kelolosan Indonesia bagaikan cerita dongeng Cinderella. Sekali lagi kita masih punya harapan dan impian untuk juara ditengah keterbatasan ini. Thailand memang superior tapi lihat di Final leg pertama. Sama di Stadion Pakansari, Bogor. Timnas Thailand dipaksa bertekuk lutut dengan skor 2-1 untuk keungggulan Indonesia. Bukan tanpa halangan, tertinggal dengan skor 1-0 di akhir babak pertama Indonesia menciptakan comeback sempurna malam itu dengan menekuk Thailand dibabak kedua melalui goal spektakuler Rizki Pora walaupun mengenai badan dari pemain Thailand Tristan Do namun akhirnya bola mengucur deras ke dalam gawang Thailand yang dikawal oleh Kawin Samtachanat. Satu lagi goal diciptakan oleh Hansamu Yama memanfaatkan situasi sepak pojok yang dikirimkan oleh Rizki Pora.
            Hasil ini akhirnya mengantar Indonesia berjalan tegap menatap final leg kedua di Stadion Rajamanggala, Thailand. Modal ini harus dijaga demi menjaga peluang juara untuk pertama kalinya setelah terakhir kali masuk final pada 2010 dan harus puas menjadi runner up. Thailand bukan tanpa peluang, dengan bermodalkan satu goal ke gawang Indonesia, Thailand hanya butuh satu goal untuk memastikan gelar juara di kandang sendiri.
            Pertandingan leg kedua akhirnya digelar, seluruh mata dan jutaan harapan rakyat Indonesia mendoakan agar Indonesia dapat meraih gelar piala AFF 2016. Pertandingan berjalan a lot dari mulai pluit babak pertama dibunyikan. Indonesia terus dibombardir oleh Thailand sejak menit pertama, dan ini menjadikan signal bahaya untuk pertahanan Indonesia. Benar saja memasuki menit ke 37 striker mereka Siroud Chattong berhasil memecah kebuntuan setelah bola sepakan tidak sempurna Fakhrudin Arianto tidak mempu disapu dengan bersih dan mengenai kaki dari pemain Thailand bernomor punggung 9 ini. Skor 1-0 ini bertahan hingga babak pertama usai dan kedudukan dalam agregat skor Indonesia imbang dengan Thailand 2-2 namun Thailand unggul aggregate goal tandang.
            Memasuki interval kedua Thailand yang dimotori oleh Lionel Messinya Thailand Chanatip Songkrasin berhasil mengelabui Dedi Kusnandar untuk menggirimkan umpan kepada Siroud Chattong yang tanpa ampun menghukum pertahanan Indonesia dengan dua goal nya pada menit ke 47. Skor berubah 2-0 untuk keunggulan Thailand, Indonesia tertinggal dalam pertandingan ini namun asa itu tetap ada karena masih ada 43 menit lagi untuk mencetak satu goal dan memaksakan perpanjangan waktu. Namun sampai akhir pertandingan tidak ada lagi goal yang tercipta dan hasil ini akhirnya membuat Thailand kembali mengangkat Piala AFF untuk kelima kalinya sebaliknya bagi Indonesia hasil ini menjadikan Indonesia harus puas menjadi runner up kembali setelah harus rela menyaksikan Thailand berjaya dikandang mereka sendiri.
            Menurut saya hasil ini sangatlah fair, dengan melihat kiprah Indonesia sebelumnya yang harus terkena sanksi FIFA selama satu tahun tidak berkecimpung dalam pergulatan sepak bola. Namun dengan perjuangan susah payah berhasil lolos hingga partai puncak walaupun belum bisa mengangkat trophy untuk pertama kalinya. Ini dijadikan sebagai pembenahan bagi induk organisasi PSSI untuk lebih memperhatikan sector prestasi. Rakyat Indonesia sudah rindu gelar juara mereka ingin sekali melihat Timnas Indonesia berjaya, sudah terlalu lama terlelap dalam tidur nyenyaknya. Walaupun begitu Timnas Indonesia bagi saya tetap berjasa mempersatukan segala macam unsure etnis, budaya, agama, serta ras. Mereka bersatu pada demi lambang garuda didada dan slogan Bhineka Tunggal Ika yang terpangpang jelas digengam oleh Sang Garuda. Bagi saya inilah sebuah moment saling mempersatukan baik tua maupun muda, kaya ataupun miskin, dari Sabang sampai Merauke, dari Islam hingga Budha mereka begitu satu dan padu mendukung satu Garuda diDada. Semoga PSSI dan jajaran barunya segera membenahi sector ini dan tetap eksis menghasilkan pemain-pemain berkualitas demi menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini, Bagi saya Timnas Indonesia telah Juara dengan berhasil menyatukan seluruh elemen itu. Ayo Maju TIMNAS INDONESIA !!!! Kalian telah JUARA DIHATI RAKYAT INDONESIA !!!
Sumber; Juara.net 

Akhir kata maju terus persepakbolaan Indonesia jangan  patah semangat Maju Terus !!!!









Muhammad Naufal




Ilmu Sejarah Universitas Indonesia